Minggu, 28 September 2014

Kembalinya Honey

Lima hari sejak 'ngilang'nya Honey, tiap hari tiap malam. Ngareeep terus, aku mau Honey pulang ke rumah ini, yaa Rabb.

Dan kamis itu selas maghrib aku khatamkan 1 juz quran (rutinitas, target tilawah) pas banget khatam juz, aku menuju saklar untuk menyalakan lampu teras.

Seperti kudengar khas suara Honey yang agak serak. Ah, halusinasi. Mungkin rinduku demikian tinggi. Eh, tapi suara itu terdengar lagi. Pas banget depan pintu.

"Honey..." aku mencoba memanggil, hatipun sukacita, membuka pintu segera setelah mendapat sahutan khasnya.

"Aaa... Alhamdulillaah! Abang, Honey pulang!" teriakku pada sulung. Sertamerta Honey jadi rebutan antara aku dan abang Riyadh.
Senangnyaa^^

"Dari mana Honey, teh... Umi? Kenapa jadi enteng badannya?" meski senang Honey pulang, kami sedikit sedih. Ada luka di badan Honey. Segera kubuatkan setengah piring nasi pindang, (kesedihan lain RIPnya Kuchi :(, sehari sebelum Honey kembali).

Honey menyantap dengan lahap, selesai makan kuobati lukanya. Seka dengan air garam, kemudian kuberi betadine. Dokter hewan di mana, tidak tahu dan mungkin biaya tak terjangkau. Abi yang kukabari kepulangan Honey dan kondisinya, menghibur, "Kucing itu bisa menyembuhkan lukanya sendiri. Dia akan menjilati lukanya."

Benar saja, selesai kuobati malah dijilati lukanya. Begitu terus, sebentar sebentar 'gadis' itu menjilati luka. Besoknya memang mulai mengering dan mengecil ^^.

Butuh seminggu kesembuhan Honey, rambut pada bekas lukanya jadi botak. Semoga numbuh lagi, Honey... tapi kamu tetap cantik :)

Jangan ngilang lagi, Honey. Jangan mau kalau diajak orang, cakar aja atau gigit sekalian kalau ada yang mau bawa kamu. (Aku dan abi yakin Honey dikandangin sama orang, karena sepulangnya Honey berubah sikap dan kebiasaan.)

Ada apa dengan Honey? Baca di lain kisah, yaa ^^ Paw, Honey Minjee...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar