Selasa, 24 Februari 2015

Masih berharap akanmu

Ini malam ke lima, dan masih mengalir di kedalaman sana arus yang terus menggerus, pedih pilu. Berharap engkau mengetuk pintu, seperti biasa saat kau pulang malam-malam.

Seperti waktu itu, setelah hampir seminggu menghilang tiba-tiba kembali pulang.
Peluk terakhir Hachi Mao untuk Honey
Di samping adalah photo Hachi Mao pada malam terakhir, sebelum kepergiannya ke RB. Penuh sayang, begitulah yang tertangkap inderaku.
Seolah Hachi berkata melalui belai lidahnya.
"Biarlah aku yang pergi, lekas sehat, sehat selalu... Honey."
Demi Hachi Mao, atau keegoanku. Pulanglah Honey.
Entah, atau demikian... sejak kepergianmu, aku tidak dalam keadaan baik, hingga saat ini.
Hachi... antar Honey ke rumah ini...



Turut disertakan untuk Rumah Ronin

Jumat, 20 Februari 2015

Akan ada seseorang, memeluk dan menyayangimu

My sweety Honey,
 jajannya jauh sekali :(
20 Februari, sesaat sebelum selesai aku mengikuti kajian pekanan. Mendapati kiriman gambar ini. Entah di mana. Mungkin aku tidak/belum pernah singgah di sana.
Nothing special with that place, but some other that made me shock and tearings suddenly.
I hope that somebody will hug you, and put you in their home that more warm  than mine.
Or may be at some day we meet again. I hope so.

Miss u and always, more than mines.

Kalian memang tak akan bersama di surga, but may be...
Kalian mengantarkan kami ke surga, semoga.

However, siapapun yang membaca tulisan ini. Dan menemukan Honey, syukur-syukur membantu sterilkan, hingga membawakan padaku :,( big thx, semoga tuhan memberikan kebaikan berlipat.

Rabu, 18 Februari 2015

Hurt in my heart

Siang ini, 18 Februari.
Aku kembali meluahkan rasa lewat aksara, tentang mereka sahabat-sahabatku berkaki empat.
Mereka yang selama ini hampir setahun lebih (Honey) menemaniku, juga anak-anakku, terancam deportasi dari rumah.
Honey dan Honda sudah memberikan banyak hal. Pelajaran kasih sayang, kesabaran, kesetiaan pun kegembiraan.
Honey n Haidar, boci. Foto seadanya tanpa talent. How sweet both of them.

Lihatlah dari foto mereka? I think it's an amazing world.

Bagaimana mungkin aku akan mudah membiarkannya hidup di jalanan. Entah dia akan makan apa, memang Tuhan sudah menjamin rizqinya. Tapi bagaimana jika sampai ia teraniaya atau dianiaya manusia yang tak punya hati?

I'll survive them, as possible.

Dan Honda, abegeh usia kurleb 9 month yang masih suka ngempeng selimut itu... Aihh, si 'anak sapi' yang kami rescue kemudian menjadi teman abang, yang sudah memberikan pelajaran empati dan kasih sayang.

Deportasi dari rumah, adalah 'ancaman' yang menyakitkan buatku.
Ini guling paling hangat dan empuk, i guess^^
Honda, Honey...
Still stay with us, hingga 'pemilikmu' menjemputmu.