Minggu, 21 Desember 2014

Empati, ataukah kasih sayang nan tulus

         Ini hari ke lima sejak Honey memiliki anak-anak lucu -setidaknya menurut keluarga kami- dan menggemaskan. Pagi tadi sewaktu abah hendak berangkat kerja, 
      "Mi, Honey mindahin anaknya." Beliau berkata dari garasi, akupun menghampiri dan berpapasan Honey yang menuju rumah dengan membawa Apin pada mulutnya, menuju... kamar. Di depan lemari sudah siaga abang membukakan pintu ke tiga, padahal Honey memilih pintu pertama, namun akhirnya Honey masuk juga^^
         Satu anak berpindah tempat, Honey kembali ke kandang, menyusui Hyundai dan Hyun Jhun. Eh, kupikir mereka akan dibawa pindah juga. Mungkin ada jeda waktu, namun sampai beberapa jam Honey tidak juga memindahkan duo Hyun black. Hingga Apin menangis, mungkin haus atau merasa sendirian.
        Tak kunyana, mendengar Apin menangis, Honda nyamperin dan begitu melihat Apin jatuh, mpus cowok usia 4-5 bulan itu 'panik' menyorong-nyorong tubuh Apin, kemudian agak bingung 'menggigitnya' hendak diantar ke Honey yang masih menyusui di garasi. Baru berjarak satu meter Apin terlepas, Honda kembali 'panik' dijilati sekujur badan Apin dan kurasakan kasihsayang di dalamnya :,)
      Beberapa kali Honda melihat ke arah pintu yang menghubung ke garasi seolah memanggil Honey, tangisan Apin yang kencang berhasil memanggil ibunya. Honey pun datang dan membawa Apin ke lemari. Seolah Honda tidak mau Apin ditinggal sendirian, Apin diambil lagi dan hendak dibawa ke garasi menyusul saudaranya.
                Di depan pintu kamar bertemu Honey yang putar balik. Dan kusaksikan dua mpus itu 'rebutan' gantian membawa Apin. Hiks, betapa kasihsayang Honda sebagai 'kakak' begitu besar dan tulusnya. FYI, pembaca...  Honda bukan anak Honey juga bukan adik Honey. Honda 'hanya' stray cat buangan, yang waktu itu masih berusia dua bulanan.
               Mereka berdua -Honey dan Honda- sudah seperti tante dan ponakan, kakak dan adik. Honda juga mau 'nyebokin' ketika bayi bayi meong pup dan pee. Tidur bareng di kandang bareng Honey dan her babys. Sempat khawatir Honda memakan bayi-bayi Honey, tapi melihat itu semua. Aku tau, tak akan terjadi:,)
                 Hiks, kucing saja sebegitunyaaa... kita yang konon makluk mulia berakal...- tak perlu kutuliskan-
Honda 'gendong' Apin
Honda, bezuk Honey^^

Kamis, 18 Desember 2014

Welcome to the world, Selamat datang di Roemah Tjahaya... babys

Siang ini, Desember hari ke delapan belas tahun 2014, aku baru saja pulang dari sekolah abang untuk ambil raport. Istirahat sejenak, kemudian buatin maem untuk Honey dan Honda. Setelah siap, kuantar ke garasi dan seperti biasa kuletakkan di atas kandang yang kosong, karena keduanya tidak mau dikandangin.
Eh, baru sedikit Honey udahan maemnya, lalu turun, aku heran kuikuti perginya ternyata ke belakangku.
Mwiaawww, Honey punya anak^^ :*
Aih... Ibu muda calico (tortoishel) itu punya anak dua, black. Hihi padahal kupikir suaminya si Bro, kucing kuning ituuh

Rabu, 22 Oktober 2014

Members ; kucing kucing kavling Sadang

Mioww, pagi ini 0:46 Kamis 23 Oct 2014 ( ntu jam di blog suka nggak sinkron, nggak teu gimana benerinnya, gaptek sii. Klo ada yang berkenan, ajarin laah ) aku mo kenalin penghuni kavling Ex. Bio Farma yang kece dan keren.

First, absolutely laah, Honey Minjee a.k.a Haninun.

Next, Chemong. Secara dia sudah pernah mejeng di page luar negeri ^^

Kemudian, Hachi Mao. Satu dari tiga bersaudara yang diakuisisi. Tentunya duo sodaranya ikut dikenalin laah, meski nggak lagi di kavling.

Namanya : Hachu dan Huchu

Himengmeng, he is another handsome. Si tabby yang bongsor.

Kuchi, the little yellow. :,(

Ada juga Yuji, Yuki, Kumi. Tiga sodara yang 'singgah' beberapa waktu.

Imut dan Chimut, duo cowok abegeh yang tinggal di rumah sebelah (tetangga maksudnya) tapi keknya seringan -lebih sering-  di rumah sini, deh.

Aki Ibo, namanya sii... Bro. Karena udah tuwir aku panggilnya aki aja, heheu

Iput dan Bit, ni abegeh sejoli. Tinggal serumah dengan aki Ibo. Punyae tetangga yang juga teman. Belum lama juga diadopt, karena dateng gitu weh, ke rumah temenku.

Black 'babon' ; nggak jelas pemiliknya. Anggap aja stray/musafir. Lebih seringnya numpang molor di tempat aki Ibo.

Iteung ; kucing stray, suka mampir minta makan. Habis brojolin baby juga, dan belum lihat juga krucil-krucilnya.

Weka, ish... nggak apa, yaa? White Kumel. Kucing betina yang baru seminggu (apa dua minggu) beranak -belum lihat baby-nya.  Heu, dia kucingnya ibu warung.

Terusss...
Jhiro! => diadopt sama tetangga depan, dikasi nama Mueeza.

Sampai saat ini, untuk sementara yang terakhir...
Chemod^^

Udah, segitu dulu. Untuk profil dari masing-masing mereka, next dituliskan.




Minggu, 19 Oktober 2014

Haninuuun... Sudah Berani Pacaran, yaa

Doc. by Aksara_Roemah_Tjahaya
Namanya Honey Minjee. Honey, pemberian suamiku karena she's so sweet ^^ sedangkan Minjee adalah nama sebelum dia dihibahkan pada kami sebagai pengganti Chemong. Minjee, entah bagaimana sebenarnya penulisannya. Aku penasaran, kucarilah arti dari bahasa Korea, dan ketemulah Minjee, its mean famous in english.

Saat kutulis ini, Oktober hampir habis. Kira-kira saja umur Honey sekitar 10-11 bulan. Waktu dihibahkan katanya umurnya 3 atau 4 bulan, saat usia kehamilanku delapan bulan sedangkan sekarang usia putraku sudah enam bulan.

Kemarin-kemarin sempat dilema, ketika Honey masih anteng belum kepincut koceng cowok. Dilema antara steril atau tidak. Sempat 'debat' dengan suami. Steril haram cenah, sebagai muslim yang berusaha untuk lebih kaffah, akhirnya aku browsing mengenai hukum steril dalam Islam.

Alhamdulillaah, ketemu artikel pada sebuah blog (lupa deh punya siapa) intinya steril/kebiri binatang dibolehkan selama untuk kebermanfaatan manusia dan satwa itu sendiri.

Taapii, sebelum mufakat sterilin Honey tercapai... alam sudah mendahului. Honey ketauan 'nglayap' tiap sore, pulang shubuh-shubuh sudah di loteng. Ke-gep pacaran pas pagi-pagi pulang dianter cowok gagah bin sangar, suamiku bilang dari garasi.
"Niih, anak perawan pulang dianter babon" :D kurleb-nya begitu.
Black Babon
Doc. by Aksara_Roemah_Tjahaya

Wah, Haninuuun -Haninun itu panggilan spesial untuk Honey, entah aku lagi kesel atau terlampau seneng^^- kamu sudah berani pacaran, neeh? Baiklah, berarti konsekwensi kudu ngurus baby-babynya nanti. Setelah itu baru deh steril Honey. Biar sehat dan tetap jadi anak manisnya kami. Long life for Honey Minjee^^

*Paw, paw Haninuun
Teens Honey Minjee
Doc. by Aksara_Roemah_Tjahaya


Sabtu, 18 Oktober 2014

dan ini tentang Chemod

Sapi-sapi kittens
Doc. By ART_AksaraRoemahTjahaya
Momod ; panggilan untuk Chemod. Kenapa dinamai Chemod? Karena... mungkin motif rambutnya hampir mirip Chemong. Jadilah kunamai Chemod, Chemong Eemood (imut) heheu^^

Nha, Chemod resmi diakuisisi karena tinggal die sorangan dari lima bersodara dari kittens yang aku 'rescue/foster, tanpa induk.

Satu sodaranya udah diadopt, tuh yang rambutnye putih kuning. Resmi dikasi nama Lexi oleh sobat human-nya, namanya kang Derry dari Cijagra, Buah Batu. Selain Lexi, beliau juga adopt sodaranya Jhiro, dikasi nama Jhun.

Lucunya Momod, dia suka nyusu ke selimut ade' bayi human-nya :)
Doc. by ART_AksaraRoemahTjahaya

Jumat, 03 Oktober 2014

Dalami Rasamu Saja

Kunpoa.k.a Puneng
 


Mereka, anak-anak berambut dan berkaki empat itu adalah stray cat, 'dibuang' oleh manusia hanya karena tak ingin rumahnya yang megah laiknya  istana menjadi bau dan ngabalatak tanaman, pot, tamannya. Dan ibu kucing dengan kelima anaknya dibuang jauh dari rumahnya (toh menurut ceritanya sendiri ibu kucing beranak di got -yang kebetulan sedang musim kering- depan rumahnya).

Mungkin karena nyaman stay di got kering yang cukup aman untuk anakanaknya, si ibu membawa kembali lima bayinya. Hingga sekian waktu, sampailah di rumah ini. Bapak nggak mau banyakbanyak kucing, pusing dengan suaranya yang aduhai (hihii di rumah belum lama foster kittens usia sebulan, lima orang tanpa induk) akhirnya dipublish di medsos siapa yang mo adop.

Pertama, kitten sapi lima bersaudara yang rambutnya putihkuning dan kembarannya Jhiro. Oleh hooman barunya dikasi nama Jhun, dan sapi putih kuning dikasi nama Lexi^^.

Aku jatuh hati sama Jhiro (tadinya belum dikasi nama, itu juga abang Riyadh yang kasi nama). Selesai dimandiin karena kena pup-nya kitten sapi, Jhiro kuamankan di garasi, maksudku aku sendiri yang adop jadi hak milik untuk teman Honey Minjee. Bapak nggak mauuu>.<

Hiks, akhirnya Jhiro diadopsi oleh tetangga depan rumah, dikasi nama Mueeza. Belum lama kucingnya ketabraklari, RIP.

Well, di rumah masih ada kitten sapi empat, sodara Jhiro dua dan satu ibunya. Kemarin nggak dikandangin karena kandang belum dibersihin (kena pup nya kitten sapi juga si ibu -_-) ishh, malem malem gandeng eta si ibu, merasa Jhiro di culik. Garbelos sama Kunpo 'kuculik' di dalem biar si ibu nggak pergi balik lagi ke tempat asalnya, kan kitten sapi juga nyusu ke beliau heheu.

Bapak nggak tahan sama cerewetnya si Ibu. Akhirnya biar diem Kunpo dikeluarin. Eh, malah diajak minggat. Tengah malem dateng lagi, si Kunpo nggak diajak. Akhirnya lagilagi demi 'membungkam' cerewetnya, kumasukin saja si ibu, anteng deh sama Garbelos. Honey pindah ke dapur, sementara garasi si ibu yang menghuni.

Pagipagi cerewet lagi, dikeluarin...hyaaa Garbelos dibawa minggat juga :( padahal dah ditawarin adopted. Ssstt, bapak naksir sama Garbelos. Nahlooo... Xiqicii mangkanye dalami hatimu, rasamu sebelum menepis pun menerima sesuatu.

Whuaa T_T. sekarang pada di mana tuh dua bocah?!>.<
Garbelos,mininya Honey Minjee^^

Selasa, 30 September 2014

Ibu, Anak, dan Ibu Susu

Siang ini, selasa 30 September 2014. Sepulang jam sekolah, aku dan abang menuju rumah temannya, beserta kubawa ade' dalam kereta dorong. Cuaca terik, namun tak menyurut langkah untuk batal pergi. Untuk apa? Ngambil seekor kucing (terlantar, beritanya) mumpung ada yang mau adop. Karena beliau jauh-jauh dari Buah Batu bersedia ngambil ke Cinunuk demi kitten.

Niatnya aku mau ambil seekor, ternyata pas nyampe di tempat. Tersuguh pemandangan yang haru. Kitten yang umur tiga bulanan masih pada nyusu induknya. Akhirnya empat kitten plus satu induknya kubawa ke rumah. Whatever tentang 'marah' abi. Asbab di rumah sudah ada lima kitten usia sebulanan yang di-rescue.

Papanasan berjibaku membawa lima kucing yang ditempatkan di kardus, kuletakkan di bawah jok ade'. Di tengah perjalanan si induk melompat keluar, namun terus saja mengikuti gegas langkah kami. Di matanya, dalam ngeong suaranya, kurasakan kasihsayang ibu.

Setelah sampai di rumah, si induk di sambut lima kitten sapi (kusebut begitu karena warna mereka laiknya sapi perah), masyaAlloh, ia bersedia menyusui kitten sapi :,)

Oow, manusia... Bagaimana yang di antara kalian tega menelantarkan anakanak kalian? Malu kiranya pada induk kucing yang kukisahkan.

Minggu, 28 September 2014

Kembalinya Honey

Lima hari sejak 'ngilang'nya Honey, tiap hari tiap malam. Ngareeep terus, aku mau Honey pulang ke rumah ini, yaa Rabb.

Dan kamis itu selas maghrib aku khatamkan 1 juz quran (rutinitas, target tilawah) pas banget khatam juz, aku menuju saklar untuk menyalakan lampu teras.

Seperti kudengar khas suara Honey yang agak serak. Ah, halusinasi. Mungkin rinduku demikian tinggi. Eh, tapi suara itu terdengar lagi. Pas banget depan pintu.

"Honey..." aku mencoba memanggil, hatipun sukacita, membuka pintu segera setelah mendapat sahutan khasnya.

"Aaa... Alhamdulillaah! Abang, Honey pulang!" teriakku pada sulung. Sertamerta Honey jadi rebutan antara aku dan abang Riyadh.
Senangnyaa^^

"Dari mana Honey, teh... Umi? Kenapa jadi enteng badannya?" meski senang Honey pulang, kami sedikit sedih. Ada luka di badan Honey. Segera kubuatkan setengah piring nasi pindang, (kesedihan lain RIPnya Kuchi :(, sehari sebelum Honey kembali).

Honey menyantap dengan lahap, selesai makan kuobati lukanya. Seka dengan air garam, kemudian kuberi betadine. Dokter hewan di mana, tidak tahu dan mungkin biaya tak terjangkau. Abi yang kukabari kepulangan Honey dan kondisinya, menghibur, "Kucing itu bisa menyembuhkan lukanya sendiri. Dia akan menjilati lukanya."

Benar saja, selesai kuobati malah dijilati lukanya. Begitu terus, sebentar sebentar 'gadis' itu menjilati luka. Besoknya memang mulai mengering dan mengecil ^^.

Butuh seminggu kesembuhan Honey, rambut pada bekas lukanya jadi botak. Semoga numbuh lagi, Honey... tapi kamu tetap cantik :)

Jangan ngilang lagi, Honey. Jangan mau kalau diajak orang, cakar aja atau gigit sekalian kalau ada yang mau bawa kamu. (Aku dan abi yakin Honey dikandangin sama orang, karena sepulangnya Honey berubah sikap dan kebiasaan.)

Ada apa dengan Honey? Baca di lain kisah, yaa ^^ Paw, Honey Minjee...


Senin, 08 September 2014

Husnudzon? Tentang Kepergianmu

Sabtu, 7Sept2014 ; mendekati waktu maghrib. Aku 'menyingkirkanmu' sementara di garasi, asbab ikut nimbrung tamu yang hendak makan malam.

Ba'da maghrib, kau ikut keluar ketika abi mengeluarkan motor untuk mengantar tamunya pulang. Terakhir, kulihatmu. Nggak ada firasat, karena kamu sudah biasa main ke luar.

Tengah malam, kuterbangun membuatkan makan untuk Kuchi yang mengeong, pun untukmu. Mengetahui tak ada dirimu, kubuka pintu garasi. Biasanya begitu mendengar suaranya, kau langsung datang. Kutunggu dan kupanggil namamu, tak juga muncul. Ah, kekawatiran mulai merasuk.

Shubuh pun tak kudengar suaramu, biasanya kau menyusul ke kasur. Hiks, pasti terjadi sesuatu. Tidak mungkin kau pergi sendiri.

Sepagian disela aktifitas, kumemanggilmu. Berharap kau datang dengan remahan dedaun yang mengering. Pertanda kau baru saja dari kebun sebelah.

Sediiih, aku berbaik sangka saja. Kau dibawa salah seorang yang tertarik dengan kecantikanmu, membawamu pulang kemudian mengurusmu dengan kasihsayang.

Hingga kutuliskan ini, di manapun keberadaanmu, Honey. Aku berharap kau baik baik saja. Bila merindukanku, maka kembalilah ke rumah. Aku minta maaf, untuk ketidaksempurnaanku dalam menyayangimu.

Sungguh, aku masih berharap bisa melihatmu lagi
Lovely my Honey Minjee

Peluk jauh dariku, Honeyiiii

Jumat, 05 September 2014

Kuchi, Sementara di Sini

  Whoala, pulang dari masjid, anaknya teman sekaligus tetangga, bawa pulang anak kucing. Mamanya yang geli an sama anakanak (bebek, ayam, kucing) karena kelemb
utan mereka ^^ nggak ijinin tuh anak kucing di rumah.

  "Kasihan, Mamaaa."

    Baiklah, akhirnya tuh anak kucing kuamankan ke garasi, karena dia wira wiri di jalanan depan, neduh di bawah gerobak mang bakso. Ish, gimana klo mamangnya nggak lihat, trus kegeleng?
Udah cakep ^^

     Ketika si 'penemu' ke rumah kutanya,

"Kasihaan, aku nemu dia di selokan sebrang masjid." yang kutau memang dalem dan lebar buat ukuran anak kucing.

      Ok, keciil tinggallah dulu di sini. Hmm, panggil kamu siapa yaa... Kuchi, akhirnya kusematkan nama itu. Biarin kamu nggak imut, nggak lucu, nggak cakep, nggak sempurna (kaki kanan belakang pengkor) just stay with us. Sampai kamu bosan dan bisa cari makan sendiri. Setidaknya kamu bisa lari cepat saat ada manusia yang hendak jail dan jahat.

Mandi pertama, ntar klo dah gede boleh nangkring2 di situ

So, sejak itu Kuchi nemenin 'kakak' Honey Minjee, kucing rumah kami.Kakak apa tante, ya?^^

Biasa... awalawal berdua klo ketemu tabok tabokan tuh, cecerewetan. Kesini sini mah, doyan main bareng. Kadang toshtosh an pake kuku ^^ .

    Yang rukun kalian berdua, klo Kuchi betah di sini... semoga jadi anak ganteng dan gagah :-)
Main bareng tante Hani^^


Rabu, 06 Agustus 2014

Ex. Kav. Bio Farma, zona aman untuKucing

Salam miaow, Cat lovers...
Lama nggak coret coret aksara di sini. In sya Alloh mulai besok bakal menarikan jemari lagi.
Ok deh, kali ini mau sedikit nulis tentang 'zona'

Cerita seorang pribumi di sini, kavling pemukiman kami dulu milik Bio Farma. Seiring berpindah pemilikan (dijual tanahnya) jadilah kutuliskan Ex. kavling Bio Farma setiap menulis alamat rumah untuk keperluan surat menyurat.

Nha, sehubungan dengan tulisan kenapa zona aman untuk kucing? Sejak tinggal di daerah ini sepertinya banyak ketemu kucing yang suka lewat di jalan depan rumah. Pun warga pribumi yang acap kali lewat dekat rumah (mereka tinggal di seberang jalan) banyak yang suka/sayang dengan satwa satu ini, yang memang 'munyu munyu' ituuuh

So, hal itu membuatku nyaman juga, karena kemungkinan besar nggak bakal ada komplain kalau aku punya kucing. Alhamdulillah, tetangga sebelah juga so love catty heheu eh, punya lagi tetangga baru, anak anaknya (dua gadis) juga suuuka sama kucing ^_^ tambah aman, deh.

Its mean, buat kalian miaows silakan main jalan jalan ke Ex. Kav. Bio Farma, Sadang, Cinunuk, yaaa... diantos \/^_^,l,,,

Senin, 07 April 2014

Aksaraku tentang ini buku : Kucing Melulu dan Cerita Cinta (me) Lulu

Sabtu, beliau (misua) libur karena shift 2. Ngajakin ke Gramed buat nyariin ( beliii...) bacaan for our prince (4,10) yang lagi getol getolnya baca.

Oiieh, ternyata sampai sana lagi ada booksale dalam rangka hari buku sedunia. Ngubek ubek deh tuh jajaran dan tumpukan barang yang selalu bikin laper mata, tapi nggak pernah bikin kenyang karena dompet kosong, hiks...

Apalagi tadi dari rumah udah dijanji, nggak ada beli buku ya, novel yang terakhir beli belum kelar dibaca. Hwuaaaa...

Akhirnya pasrahlah sekadar puas baca judul dan liatin cover :D padahal diskonnya miriiing... Banyak nama penulis yang kukenal di ranah dumay pada beberapa grup penulisan, mejeng dalam cover cover itu.

Ada satu buku bagus untuk Prince, ok ditinggal dulu. Than kita (kami aja kalee, kamu kan nggak ikutan heheu) kita jelajah ke lantai atas, siapa tahu ada yang lebih bagus buat Prince. Cari sana sini, baca itu ini, akhirnya mantab dengan yang di booksale. Balik lagi deh ke bawah.

Berhubung cuaca hujan, kami 'bertahan' dulu sambil baca baca. Aku memarkirkan kaki di sisi jejeran buku buku keluaran Bukune. Judul judulnya menggelitik. Jemari dan mataku terhenti pada sebuah judul

Kucing Melulu dan Cerita Cinta (Me)Lulu
Penulis : Widya Oktavia
Penerbit : Bukune


Excellent, aku memang nyari nyari buku kisah kucing yang beberapa minggu lalu mejeng di bazaar sini juga, sebuah buku persembahan Purina, tapi nggak ketemu.

Begitu nemu novel ini, kubaca sinopsisnya, kurang begitu menarik. Berhubung i luv banget sama kucing, akhirnya kuambil juga dan 'maksa' beliau untuk diijinkan beli. Yeyyy, di-acc ^_^

Eh, sebelum ke kasir aku sempet ngubek tuh buat nyari judul Kitten Heels yang direkomen/promoin di halaman belakang KM&CC(M)L (panjang bener nyingkatnya heheu), tapi nggak nemu :(

(Truuuss, ni kapan bahas bukunya?!)

Iya daaah...
Novel ini bahasa tuturnya ringan, ditulis oleh Widya Oktavia.
Mengisahkan seorang mahasiswi bernama Lulu yang 'nyungsep' fall in love at first sight di tahun pertama, namanya Gilang. Ternyata Gilang ini cat lover, ketahuan pas di kelas Mitologi Yunani, sang dosen nanya tentang Dewa pelindung kucing.

Dari situ, demi klik sama Gilang, Lulu 'keceplos bohong' kalau dia miara kucing, Persia pula. Apesnya, Gilang pingin suatu saat lihat kucingnya. Kelimpungan dah si Lulu. Bareng sohibnya Reya, ngider nyari pet shop  buat beli kucing Persia. Sampai browsing segala.

Eh, ujung-ujungnya Gilang malah ngasih salah satu kucingnya buat Lulu, makin jingkrakan tuh si Lulu, bisa miara kucing gebetannya. Demi ngurusin tuh kucing, Lulu rela ngirit uang makan untuk jatah beli makanan kucing. Pokoknya jungkir balik dah, Lulu lakuin demi cintanya sama Gilang, tapi sayangnya Lulu ke Sesil (kucing pemberian Gilang) tulus sih.

But, endingnya... Cinta Lulu ternyata bukan ke Gilang. Hal itu disadari Lulu, bahwa ada seseorang yang dikangenin dan selalu membuatnya nyaman pun menjadikan Lulu apa adanya saat berada di sampingnya. Reya? Bukanlaaah...

Biar seru, beli sendiri dan baca novelnya yaa. Harga normalnya berapa aku nggak tau, berhubung kemarin kan diskonan tanpa dicantumkan harga normal. Asli murmer deh, lebih ok novel ini daripada novel terjemahan yang juga kubeli dengan harga sama, sama sama tema kucing juga.

Kekurangan novel ini, aku hanya nemu penulis 'kepleset' dua kali dalam nulis nama tokoh. Harusnya narasi dari 'cowok itu' tapi penulis menyebut nama Gilang. Sepertinya penulis bener bener terobsesi sama tokoh Gilang, sebagaimana  Lulu tokoh ciptaannya heheu \/^_^ Mbak Iwied...

Terakhir dari rangkaian aksaraku, ngarep banget yang baca ini salah seorangnya yang nulis Kitten Heels, terus  dengan suka rela ngirimin aku novelnya :D

Rabu, 05 Maret 2014

(Bukan) Pilih Kasih

3  Februari, pagi setengah 6

Hachi, Hachu, Huchu

Tega ga tega, dua dari trio krucil dibawa Abi. Bukan apa apa, karena kami (terutama aku) merasa nggak sanggup ngurus. Bukan soal makan, tapi pup nya. Meski sudah disediain pasir kucing, tapi volume pup dari 3 ekor kucing dalam semalam lumayan merepotkan, apalagi Abi sensitif dengan baunya. Mau using cat sand yang wangi berat diongkos :(
Hachu & Huchu

Akhirnya, itulah pilihan terakhir. Hachu dan Huchu dibawa pergi oleh Abi, in sya Alloh tempat yang baik, banyak makanan. Kantin.

Bukannya pilih kasih, jika aku memilih Hachi untuk tinggal. Ketiganya, boleh dikasi teman dimana aku nggak bisa nolak, apalagi ngabarin ngasi kucing tuh kucings sudah dalam perjalanan heheu.

Apalagi trio krucil pejantan semua. Jadiii... tak apalah piara satu dari mereka. Sempat dilema juga ambil keputusan itu. Merasa nggak adil lah, kasihan, sayang lah. Karena mereka lucu lucu.

Senengnya pada hari ke dua dapet kabar dari bu Kantin, ada karyawan yang 'adopsi' Hachu, sedihnya Huchu jadi nggak ada temen. Semoga satu hari ada yang adopsi Huchu juga, #hoping.

Huchu, hari ke dua di kolong meja kantin

Selasa, 11 Februari 2014

Tentang Honey

Meet you all cats lover
Setelah kupikir pikir, karena sukaku pada kucing, kuputuskan untuk bikin blog baru khusus nulis tentang kucing.

Mau nulis puisi, cerpen, atau mungkin novel sekalian tentang kucing, heheu

Nha untuk first posting aku mau nulis tentang Honey.
Honey
Yang kasi nama abi, karena she so sweety
Foto Dok. Pribadi


Entah sudah kali ke berapa di rumah ngurus kucing. Semua kucing yang dirawat/diurus nggak ada satupun yang beli, karena semua kucing kampung, kucing liar yang dateng sendiri ke rumah, atau ada orang yang membuang sepaket anak kucing di sebelah rumah kami.

Si Honey ini, lain dari yang lain. Honey adalah anakan persia, entah generasi keberapa. Boleh dikasi sama tetangganya mama temennya anakku di sekolah. Karena kucing di rumah ilang.

Padahal di rumah sudah ada tiga ekor anak kucing, cowok semua. Boleh dikasi juga sama mama temen sekolah. Kebetulan ada anak kucing yang sudah ditinggal induknya.

Mungkin karena beda ras, atau belum kenal... Honey 'bermusuhan' sama trio kucil. Nggak mau deket-deketan, nggak akur deh. Pun sama penghuni rumah yang hanya bertiga, aku, abinya, dan anakku. Honey hanya mau akrab denganku, mungkin karena aku orang pertama yang menyentuhnya saat tiba di rumah kami.

Xiqiciii... ada, ya... kucing begitu? atau memang kucing peranakan sifatnya kayak gitu?

Klo ga ada orang lain, Honey mau keluar dari tempatnya sembunyi (entah di kolong bangku, buffet, atau pojok bed) kemudian bermain main. Begitu ada yang dateng, entah trio krucil atau orang selainku, Honey ngumpet lagi.

Hadeeeh, sampai kapan begitu Honey. Kan yang ngasi kamu niatnya buat temen Abang (anakku) Riyadh, kenapa jadi temen uminya ^_^

Mudah mudahan nggak butuh waktu lama buat Honey untuk kenal dengan seluruh anggota keluarga.