Senin, 08 September 2014

Husnudzon? Tentang Kepergianmu

Sabtu, 7Sept2014 ; mendekati waktu maghrib. Aku 'menyingkirkanmu' sementara di garasi, asbab ikut nimbrung tamu yang hendak makan malam.

Ba'da maghrib, kau ikut keluar ketika abi mengeluarkan motor untuk mengantar tamunya pulang. Terakhir, kulihatmu. Nggak ada firasat, karena kamu sudah biasa main ke luar.

Tengah malam, kuterbangun membuatkan makan untuk Kuchi yang mengeong, pun untukmu. Mengetahui tak ada dirimu, kubuka pintu garasi. Biasanya begitu mendengar suaranya, kau langsung datang. Kutunggu dan kupanggil namamu, tak juga muncul. Ah, kekawatiran mulai merasuk.

Shubuh pun tak kudengar suaramu, biasanya kau menyusul ke kasur. Hiks, pasti terjadi sesuatu. Tidak mungkin kau pergi sendiri.

Sepagian disela aktifitas, kumemanggilmu. Berharap kau datang dengan remahan dedaun yang mengering. Pertanda kau baru saja dari kebun sebelah.

Sediiih, aku berbaik sangka saja. Kau dibawa salah seorang yang tertarik dengan kecantikanmu, membawamu pulang kemudian mengurusmu dengan kasihsayang.

Hingga kutuliskan ini, di manapun keberadaanmu, Honey. Aku berharap kau baik baik saja. Bila merindukanku, maka kembalilah ke rumah. Aku minta maaf, untuk ketidaksempurnaanku dalam menyayangimu.

Sungguh, aku masih berharap bisa melihatmu lagi
Lovely my Honey Minjee

Peluk jauh dariku, Honeyiiii

Tidak ada komentar:

Posting Komentar