Senin, 20 April 2015
Ngayaleun
Nulis lagi untuk Rumah Ronin
Mumpung belum DL^^ semangaaaad! Ganbatte!
Ahad kemarin 19 April 2015, suami berangkat kerja. Aku sudah minta ijin untuk jalan-jalan ke komplek. Sip, diijinkan. Niat awalku memang untuk mencari Honey, begitulah yang kubilang ke abang, jadi kita akan jalan kaki (menempuh jarak kurleb 3 km), pada anak yang belum genap 6 tahun, dan mendorong stroller ade' yang hari itu pas milad/ultah satu tahun.
"Kita nggak bawa rio? Nanti kalau Honey ketemu gimana bawanya?" tanya abang.
"Kalau Honey ketemu, nanti kita minta karung ke orang. Kalau bawa rio, gimana bawanya? Abang nggak kuat nenteng, umi yang bawa? Abang belum pinter dorong stroller..."
Dan jadilah kami berangkat. Naik turun jalanannya dan kudu nyeberang jalan raya. Whatever, umi belum mau menyerah untuk Honey.
Kukurilingan dari blok ke blok, setiap melihat sosok mpus hati tersirap, banyak ketemu mereka entah stray entah berpunya. Syukurnya kondisi mereka cakep-cakep. Kurasa warga di sana banyak yang peduli, seenggaknya tidak menyakiti.
Kurang lebih selama dua setengah jam, tidak jua bertemu Honey. Sempat mampir di sebuah rumah yang punya mpus, karena abang terpesona dengan babies-nya. Kutanya apa pernah melihat calico dengan ciri-ciri kusebutkan pada teh Lisda, empunya rumah. Lumayan lama kami diam di sana, membiarkan abang bermain dengan bayi-bayi mungil yang gendut dan lucu. Kalau saja belum ada yang minta, abang akan diberi satu. Akhirnya mengingat waktu yang beranjak siang, kami teruskan perjalanan ('kan emang jalan-jalan yak^^)
"Ckk, Honey di mana sih? Nggak ketemu wae..."keluh abang.
"Sabar, Bang. Yuk, jalan lagi sekalian pulang." Hingga akhirnya kami dipertemukan dengan segumpal rambut putih yang sedang grooming dan sunbathing di pinggir selokan.
"Iiih, comel. Kita bawa, yuk?" abang tanpa bi dan bu segera menghampiri, tapisi kitten kabur seketika ke rumpun di sebelahnya. Aku mengulurkan tangan,ia pasrah. Kuketuk rumah gedong di depanku, menanyakan kepemilikannya. Bukan. Kutanya bocah di teras rumah yang berseberangan.
"Da, dia nakal. Suka nyuri makanan." :(
"Ada mamanya atau sodaranya?"
"Nggak, sendirian. Mamanya mati." T.T
"Boleh ibu bawa?"
"Sok aja."
Dan pulanglah ia bersama kami, repot juga bawanya. Tadinya kumasukkan kardus boleh minta di warung, tapi dia keluar lagi dan lagi. Kumasukkan ke dalam tas ade', gigit-gigit pinggangku dan nongol2in kepala. Akhirnya kudekap dibahuku, tak peduli orang-orang memandang sepanjang kami berjalan. Entah apa pikir mereka.
"Harusnya kita beli tas yang kayak punya teteh teteh yang kita baca itu (abang baca blog pas Mimi jalan-jalan ke Pet Park)."
"Uangnya belum kumpul, Bang. Da kepake terus buat beli maem sama pasirnya Honda." Iya juga sih, tas kucing punya Ronin praktis, emm... lebih keren kalo yang jendela samping salah satu sisinya untuk kantong minuman/botol. Jadi tambah praktis 'kan buat jalan-jalan? Heheu pis, Om Naga^^
Sampai jalan raya kuputuskan untuk nyarter angkot ke rumah. Kasihan anak-anak sudah papanasan. Aku dan abang saling bertanya,
"Nanti gimana kalau abi nggak bolehin bawa pulang mpusnya?"
"InsyaAlloh, boleh." kataku.
Alhamdulillaah, pas abinya pulang lihat kitten bilang nggak boleh.
"Pleaseee...buat temen Honda. Sama kok."
Besoknya,
"Mandiin tu mpusnya, dari antah berantah gitu, ntar diajak main anak-anak, ke kasur..." kata si abi. Horeee, punya keluarga baru. Si Abi juga udah nanya-nanya dikasih nama siapa mpusnya. Mmm, masih belum nemu.^^ Cocoknya dikasih nama siapa nih ya?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Naha teu aya an paragraph ?!
BalasHapus